Cara Penggunaan Hydrant yang Benar

Cara Penggunaan Hydrant yang Benar

Bagi ada yang berkecimpung di dunia K3 pasti sudah tidak asing lagi dengan hydrant, ya alat ini sangat membantu di saat terjadinya keadaan darurat seperti kebakaran di suatu lokasi.Alat ini biasanya hampir tersedia di berbagai sudut kota atau perkantoran, ditandai dengan box berwarna merah atau box dengan tulisan yang biasanya terpasang di sudur dinding tiap lantai perkantoran. Mengapa alat ini sangat dibutuhkan tertutama saat keadaan darurat terjadi? Ya, dengan adanya alat ini maka pertama akan membantu divisi K3 atau pihak-pihak terkait dalam melakukan penyelamatan jika keadaan terjadi sampai tim pemadam kebakaran terjadi sehingga dapat meminimalisir adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Bahkan, hampir semua di beberapa perkantoran besar saat ini sudah melakukan “pelatihan hydrant” untuk karyawannya karena  adanya kesadaran mengenai begitu pentingnya alat ini jika keadaan darurat kebakaran sudah terjadi. Tentunya akan lebih baik juga jika dari pihak kita sendiri belajar mengenai hal ini sehingga akan selalu timbul kewaspadaan akan risiko yang dapat terjadi.

Cara Penggunaan Hydrant yang Baik dan Benar

Untuk penggunaannya alat ini sebenarnya tidak sulit namun memang membutuhkan beberapa pelatihan baik tertulis dan praktek agar ketika keadaan darurat kebakaran terjadi semua sudah siap menggunakannya. Untuk pelatihannya biasanya ada beberapa yang menggunakan jasa dari tim pemadam kebakaran agar hasil dari praktekknya lebih maksimal.

Nah, jika anda ingin mengetahui cara penggunaannya maka simak cara berikut ini.

  1. Pertama segera menuju box hydrant yang terpasang ketika alarm penanda kebakaran sudah berbunyi, angkat dan tarik perlahan gulungan selang yang terpasang didalamnya. Sebaiknya dalam mengankat dan menarik selang ini dilakukan 2 orang atau kalau hanya 1 orang pilihlah kriteria orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut.Selain itu pastikan selang yang anda angkat dan tarik tersebut tidak berbelit-belit karena ini akan menghambat jalannya air nantinya.
  2. Arahkan selang ke arah timbulnya pusat kebakaran atau jika anda melihat adanya efek kebakaran seperti percikan api di sekitar anda maka segera arahkan.
  3. Jika persiapan diatas sudah selesai dilakukan maka segera putar atau tekan bagian yang mengalirkan air, dalam hal ini bagian air bisa terpisah dari lokasi box atau bisa saja langsung didalam box sehingga akan mempermudah anda.
  4. Jika air sudah mengalir pegang terus ujung selang hydrant agar arah semburan air tidak berubah dan langsung tepat ke dalam pusat terjadinya kebakaran. Pastikan anda terus mengarahkan selang dan menyemburkan air sampai api dari kebakaran dirasa benar-benar padam atau tim dari pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi.

Cara penggunaan hydrant diatas dapat anda jadikan sebagai referensi untuk menanggulagi keadaan darurat seperti kebakaran. Perlu diingat bahwa ketika menggunakan alat ini saat keadaan darurat anda sangat dituntut untuk selalu tenang dan tidak panik karea jika tidak maka api tidak akan padam secara maksimal. Sebaiknya lagi, betuklah tim penanggulangan keadaa darurat seperti kebakaran agar saat keadaan seperti ini terjadi anda tidak panik dan siap melaksanakan tugas. Sangat perlu juga dalam melakuka pengeceka berkala pada alat ini misalnya 1 bulan sekali oleh petugas terkait, agar saat keadaan darurat terjadi hydrant bisa digunakan karena akan sia-sia jika sudah paham melakukan cara penggunaanya namun kondisi alat ini rusak dan tidak bisa digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *