Category Archives: Konstruksi

Fungsi dan Kegunaan Semen Berdasarkan Jenisnya

Fungsi dan Kegunaan Semen

Siapa tak kenal semen, salah satu material konstruksi untuk menempelkan batu, batako, dan komponen lain dalam pembuatan sebuah bangunan. Seiring perkembangan zaman, produk ini mengalami perubahan. Dari yang awalnya hanya satu jenis yang terbuat dari batu apung dan tanah lempung mengandung silika, hingga berbagai jenis dengan kandungan kimia kekinian yang makin berkualitas.

Tak salah jika bangunan jenis apa saja terlihat lebih kokoh, sebab fungsi dan kegunaan dari material ini semakin berkembang dan memberikan kontribusi dalam dunia konstruksi. Bagi Anda yang penasaran sehebat apa fungsi dan gunanya, simak informasi lengkapnya.

Fungsi dan Kegunaan Semen

Fungsi dan Kegunaan Semen

Fungsi dan kegunaan material ini sangat bervariasi tergantung dari jenisnya, terutama bahan utama pembuatannya.

Fungsi Semen

Berikut ini beberapa fungsi utama dari semen yaitu:

  • Menjadi Perekat Material

Material ini sangat kuat dan bisa merekatkan berbagai material dan produk lainnya di dunia konstruksi, mulai dari batu hingga tiang listrik.

  • Menjadi Pelicin

Ketika Anda membuat dinding atau lantai tentu ingin bagian permukaannya licin sempurna, dia  bisa melakukannya dengan baik. Tinggal pilih jenis yang sesuai dan bangunanpun siap untuk masuk tahap finishing seperti pengecatan.

  • Menambal Bagian Bangunan

Saat merawat bangunan, mungkin akan ditemukan adanya bagian dinding yang bolong akibat tersenggol benda tertentu atau bekas menggunakan paku beton. Untuk membuatnya kembali licin Anda bisa menggunakan material ini, yang diberi air dengan takaran yang tepat. Tinggal pilih jenisnya dan sesuaikan harga semen, dengan anggaran yang tersedia.

Kegunaan Semen

Menyoal kegunaan material ini, Anda bisa simak informasi di bawah ini:

  • Memperkokoh struktur bangunan seperti untuk perumahan, gedung bertingkat, jalanan berbahan beton, hingga landasan pacu untuk pesawat terbang.
  • Membantu memaksimalkan pembangunan bendungan, dan berbagai bangunan yang berada di kawasan rawa atau tepi pantai. Biasanya guna ini akan dirasakan saat Anda pakai jenis semen Portland tipe 2.
  • Memaksimalkan konstruksi bangunan beton precast, mulai dari pemasangan bata hingga genteng. Dengan jenis semen yang tepat, akan membuat konstruksi tidak akan mudah rusak, retak, atau roboh.
  • Membantu pembangunan instalasi untuk pengolahan dari berbagai jenis imbah pabrik, terutama untuk jenis semen Portland tipe 5.
  • Pembuatan jembatan dan dermaga juga bisa menggunakan material ini, tentu harga semen yang digunakan tidak akan sama dengan material untuk perumahan biasa. Sebab butuh karakteristik khusus yang sangat menunjang penahanan beban maksimal, yang bisa lewat di atas jembatan atau dermaga tersebut.
  • Material ini juga dapat digunakan untuk membuat konstruksi sumur minyak, hingga sumur bawah laut. Terutama jenis oil well cement yang sudah dibuktikan kualitasnya, seperti membuat sumur minyak bumi lepas pantai yang dikelola oleh BUMN Indonesia.
  • Membantu pembuatan bangunan bawah air yang harus tahan zat sulfat
  • Bisa juga digunakan untuk membuat tiga bahan paving block,hollow brick, dan tegel yang biasa dipakai untuk perumahan sederhana atau semi permanen. Anda bisa pakai jenis material super masonry cement yang mengandung bahan tertentu.
  • Membantu membuat bangunan yang kedap terhadap suara atau lainnya, terutama pada bangunan tingkat tinggi. Atau bangunan untuk kebutuhan tertentu, yang berhubungan dengan anti bising atau anti air.

Itulah informasi penting sekaitan fungsi dan kegunaan semen. Untuk memilih material yang tepat, Anda harus pastikan dulu untuk apa material itu nantinya. Jadi ketika sudah diaplikasikan pada bangunan, benar-benar bisa berfungsi dengan baik dan memiliki ketahanan maksimal seperti yang diharapkan.

Inilah Berbagai Material Penyusun Waterproofing yang Wajib Diketahui!

Material Penyusun Waterproofing

Memiliki rumah yang nyaman tentu merupakan hal yang sangat diimpikan oleh kebanyak orang. Sayangnya permasalahan konstruksi sering muncul, baik karena faktor teknis maupun non teknis. Salah satu hal yang menjengkelkan adalah ketika terjadi kebocoran. Untuk itu kamu perlu upaya penanggulangan berupa waterproofing.

3 Material Penyusun Waterproofing 

Material Penyusun Waterproofing

Sebelumnya perlu kamu ketahui terlebih dahulu bahwa waterproofing merupakan sebuah prosedur yang memiliki fungsi utama sebagai upaya untuk membuat bangunan tahanan terhadap air yang merembes. Hl tersebut biasa diterapkan pada atap, namun kini sering juga diterapkan di ruangan basemant, kolam renang, maupun tempat lain yang sering terkena air. Penggunaan waterproofing akan membuat bangunan tahan terhadap kebocoran dan kerusakan. Maka dari itu untuk menggunakan bahan yang satu ini perlu mengetahui bahan-bahan penyusunnya.

Membrane waterproofing

Jenis ini merupakan yang paling populer digunakan karena memiliki hasil akhir yang memuaskan. Jenis ini nantinya terbagi lagi menjadi 2 jenis yang lebih spesifik, yaitu membran bakar dan membran tempel. Untuk yang membran bakar terbuat dari bitumen dengan ketebalan sekitar 3 mm. Sesuai dengan namanya, cara menggunakannya adalah dengan dibakar di sisi permukaan lembaran sampai nantinya meleleh dengan sempurna dan harus dilapiskan di permukaan beton. Jenis ini sering sekali digunakan pada bagian yang sering terkena air. Membran bakar sangatlah mudah dan cepat dipasang serta sangat cocok digunakan pada tempat terbuka. Untuk yang model tempel, lembaran ini tersusun dari perpaduan antara polyester dan bitumen karet dengan ketebalan sekitar 1 mm hingga 2 mm saja.

Semen fleksibel

Semen fleksibel menggunakan bahan dasar berupa semen dan acrylic yang memiliki bentuk berupa cairan dan bubuk. Cairan tersebut mengandung karet dan tambahan bahan kimia khusus yang dikombinasikan dengan bahan padat berupa semen tipe 1 dan pasir silica. Cara menggunakannya adalah dengan mencampurkan dua bahan kemasan yang berbeda menjadi satu campuran yang utuh. Nantinya hasil pencampuran terbentuk menjadi semacam pasta saat basah, namun akan berubah bentuk lembaran yang kedap air saat sudah mengering. Kelebihan dari jenis ini adalah memiliki daya lekat yang tinggi, tembus terhadap uap air, dan juga jauh lebih fleksibel dan mudah diaplikasikan pada area sempit.

Acrylic polymer

Selain kedua bahan di atas, ada juga satu bahan lagi yaitu acrylic polymer. Untuk bahan yang ini sering digunakan di area kamar mandi dan wet kitchen. Keunggulan menggunakan bahan tersebut adalah ketika mengering akan membentuk sebuah lapisan karet yang sangat fleksibel. Tentunya hal tersebut membuat proses waterproofing menjadi lebih mudah dan fleksibel.

Semua bahan di atas memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat tidak ada buatan manusia yang sempurna. Namun perlu kamu ketahui juga bahwa produk waterproofing yang paling populer saat ini adalah membran bakar. Hal tersebut karena kualitas yang sudah terjamin dan juga penggunaan yang lebih terlihat meyakinkan bila dibandingkan dengan model biasa.

Demikianlah artikel singkat dan padat namun sangat lengkap mengenai macam-macam material penyusun waterproofing. Semoga dengan adanya artikel ini akan membantu kamu dalam menemukan jenis material yang tepat untuk diterapkan di bangunanmu. Meskipun begitu, jadilah selalu konsumen yang cerdas dengan mencari informasi terlebih dahulu mengenai suatu produk agar tidak akan menyesal suatu hari nanti. Untuk itu selamat mencoba!

Anak Konstruksi Harus Tau! 4 Alat Wajib Saat Proses Hardener Beton

Tahukah anda jika beton ternyata tidak sekuat yang anda kira. Permukaan beton yang tidak dilapisi material tertentu akan membuat pori-pori, yang sewaktu-waktu bisa menyerap air terutama saat musim hujan. Akibatnya sedikit demi sedikit struktur beton menjadi terkikis dan rapuh. Untuk itu saat ini banyak sekali daya dan upaya yang digunakan untuk memperkuat beton salah satunya adalah dengan teknik hardener.

Alat Hardener Beton

​​​​​​Alat-alat untuk Proses Hardener

​​​​​​Bagi anak konstruksi pasti tidak asing lagi dengan istilah ini. Namun bagi orang awam pasti bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan floor hardener itu? Jawabannya adalah proses pelapisan permukaan beton menggunakan material khusus yang berfungsi untuk memperkuat beton, menutup pori-pori dan memperbaiki retakan yang timbul. Proses pengerjaannya pasti tidak jauh dari bantuan alat konstruksi sebagai berikut :

1. Roskam gosokan kayu atau besi

Roskam

Roskam memiliki fungsi hampir sama dengan mesin trowel. Bahkan bisa dibilang roskam merupakan trowel manual sebab cara penggunaannya menggunakan tenaga manusia dan ukurannya relatif lebih kecil dari pada mesin trowel. Pada proses pengerjaan, hardener Benton roskam kayu maupun besi biasanya digunakan pada saat finishing.

Ukurannya yang kecil mampu menjangkau tempat-tempat atau sudut yang tidak bisa dilewati mesin trowel, roskam juga membantu mencegah terjadinya popping pada permukaan beton yang sudah dilapisi. Terkadang ketika menggunakan mesin trowel ada beberapa bagian yang tidak rata, disinilah peran roskam menjadi sangat penting, roskam akan merapikan bagian yang kurang sempurna.

2. Jidar aluminium

Jidar aluminium 

Floor hardener bisa dibilang hampir sama dengan acian atau plester. Hanya saja material atau bahan yang digunakan berbeda. Jidar sendiri berfungsi sebagai kerangka atau pembatas agar hasil hardener tidak meleber, rapi, dan pas sesuai dengan permintaan. Selain itu jidar juga mempermudah dalam proses pengerjaan.

3. Meteran

Meteran 

Alat ukur paling umum yang sering digunakan dalam dunia konstruksi ini sangat berperan ketika proses hardener akan dimulai. Meteran digunakan untuk mengukur panjang, lebar, dan luas permukaan yang akan dilapisi, selain itu meteran juga bisa mengukur ketinggian dari lapisan yang diinginkan, atau bisa juga digunakan untuk mencari ukuran yang tepat agar mendapatkan hasil akhir yang sesuai.

4. Mesin trowel

Mesin trowel

Mesin trowel merupakan terobosan teknologi canggih yang mengusung ide dari roskam manual. Dengan mesin ini proses plester menjadi lebih cepat dan rapi. Apalagi jika permukaan yang akan di plester memiliki diameter yang luas mesin ini akan sangat berguna sekali, begitu pula pada saat proses pengerasan lantai pada beton.

Sebelum dilakukan floor hardener biasanya permukaan beton akan dihaluskan terlebih dahulu. Selain bisa untuk meratakan plester mesin trowel juga berfungsi untuk meratakan permukaan beton, tentu proses akan terasa jauh lebih mudah jika permukaan beton halus dan rata sebab pori-porinya jauh lebih mudah menyerap dan mengunci cairan.

Penggunaan mesin trowel ini selain membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai juga bisa menghemat tenaga kerja yang dibutuhkan. Apalagi dengan mesin ini kualitas beton bisa meningkat menjadi lebih kuat dan awet. Mesin trowel untuk floor hardener sangat cocok digunakan pada area gudang, jalan raya, parkiran mobil, dan area luas lainnya.

Pentingnya menggunakan mesin trowel adalah untuk menghasilkan permukaan beton menjadi lebih rapi, dan memadatkan cairan hardener sehingga didalam beton tidak ada lagi udara yang terjebak atau popping. Sebab popping ini bisa merusak struktur beton mulai dari rembes, hingga roboh.