Inilah Berbagai Material Penyusun Waterproofing yang Wajib Diketahui!

Material Penyusun Waterproofing

Memiliki rumah yang nyaman tentu merupakan hal yang sangat diimpikan oleh kebanyak orang. Sayangnya permasalahan konstruksi sering muncul, baik karena faktor teknis maupun non teknis. Salah satu hal yang menjengkelkan adalah ketika terjadi kebocoran. Untuk itu kamu perlu upaya penanggulangan berupa waterproofing.

3 Material Penyusun Waterproofing 

Material Penyusun Waterproofing

Sebelumnya perlu kamu ketahui terlebih dahulu bahwa waterproofing merupakan sebuah prosedur yang memiliki fungsi utama sebagai upaya untuk membuat bangunan tahanan terhadap air yang merembes. Hl tersebut biasa diterapkan pada atap, namun kini sering juga diterapkan di ruangan basemant, kolam renang, maupun tempat lain yang sering terkena air. Penggunaan waterproofing akan membuat bangunan tahan terhadap kebocoran dan kerusakan. Maka dari itu untuk menggunakan bahan yang satu ini perlu mengetahui bahan-bahan penyusunnya.

Membrane waterproofing

Jenis ini merupakan yang paling populer digunakan karena memiliki hasil akhir yang memuaskan. Jenis ini nantinya terbagi lagi menjadi 2 jenis yang lebih spesifik, yaitu membran bakar dan membran tempel. Untuk yang membran bakar terbuat dari bitumen dengan ketebalan sekitar 3 mm. Sesuai dengan namanya, cara menggunakannya adalah dengan dibakar di sisi permukaan lembaran sampai nantinya meleleh dengan sempurna dan harus dilapiskan di permukaan beton. Jenis ini sering sekali digunakan pada bagian yang sering terkena air. Membran bakar sangatlah mudah dan cepat dipasang serta sangat cocok digunakan pada tempat terbuka. Untuk yang model tempel, lembaran ini tersusun dari perpaduan antara polyester dan bitumen karet dengan ketebalan sekitar 1 mm hingga 2 mm saja.

Semen fleksibel

Semen fleksibel menggunakan bahan dasar berupa semen dan acrylic yang memiliki bentuk berupa cairan dan bubuk. Cairan tersebut mengandung karet dan tambahan bahan kimia khusus yang dikombinasikan dengan bahan padat berupa semen tipe 1 dan pasir silica. Cara menggunakannya adalah dengan mencampurkan dua bahan kemasan yang berbeda menjadi satu campuran yang utuh. Nantinya hasil pencampuran terbentuk menjadi semacam pasta saat basah, namun akan berubah bentuk lembaran yang kedap air saat sudah mengering. Kelebihan dari jenis ini adalah memiliki daya lekat yang tinggi, tembus terhadap uap air, dan juga jauh lebih fleksibel dan mudah diaplikasikan pada area sempit.

Acrylic polymer

Selain kedua bahan di atas, ada juga satu bahan lagi yaitu acrylic polymer. Untuk bahan yang ini sering digunakan di area kamar mandi dan wet kitchen. Keunggulan menggunakan bahan tersebut adalah ketika mengering akan membentuk sebuah lapisan karet yang sangat fleksibel. Tentunya hal tersebut membuat proses waterproofing menjadi lebih mudah dan fleksibel.

Semua bahan di atas memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat tidak ada buatan manusia yang sempurna. Namun perlu kamu ketahui juga bahwa produk waterproofing yang paling populer saat ini adalah membran bakar. Hal tersebut karena kualitas yang sudah terjamin dan juga penggunaan yang lebih terlihat meyakinkan bila dibandingkan dengan model biasa.

Demikianlah artikel singkat dan padat namun sangat lengkap mengenai macam-macam material penyusun waterproofing. Semoga dengan adanya artikel ini akan membantu kamu dalam menemukan jenis material yang tepat untuk diterapkan di bangunanmu. Meskipun begitu, jadilah selalu konsumen yang cerdas dengan mencari informasi terlebih dahulu mengenai suatu produk agar tidak akan menyesal suatu hari nanti. Untuk itu selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *